Baca Jambi – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jambi, Hesnidar Haris atau yang akrab disapa Hesti Haris, terus menggencarkan sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Program ini digagas sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun karakter masyarakat di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan informasi.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Hesti Haris didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi Ariansyah, staf ahli, jajaran pengurus TP PKK Provinsi Jambi, Ketua TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa, serta berbagai kelompok pengajian di daerah.
Usai kegiatan, Hesti Haris menegaskan bahwa Gerakan Jambi Bersholawat merupakan sarana edukasi bagi masyarakat untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita mengajak para lurah, kepala desa, TP PKK, BKMT, dan Dharma Wanita untuk bersama-sama menggerakkan Jambi Bersholawat. Kita berharap edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar mereka semakin memahami keutamaan bersholawat dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW,” ujarnya saat kegiatan di Gedung DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu (10/06/2026).
Menurut Hesti Haris, perkembangan teknologi digital yang begitu pesat membawa berbagai kemudahan, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan sosial yang dapat memengaruhi karakter dan akhlak generasi muda. Karena itu, penguatan nilai-nilai spiritual menjadi langkah penting untuk menjaga moral dan etika di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Kita perlu terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk kembali belajar dan memperdalam pemahaman agama. Saat ini kita melihat adanya kekhawatiran terhadap nilai-nilai akhlak yang mulai tergerus oleh berbagai pengaruh negatif,” katanya.
Selain mensosialisasikan Gerakan Jambi Bersholawat, Hesti Haris juga memberikan pembekalan kepada para lurah, camat, dan pengurus TP PKK terkait penguatan peran organisasi dalam mendukung pembangunan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa adanya pergantian sejumlah lurah dan camat membuat sosialisasi mengenai program-program PKK perlu kembali dilakukan agar seluruh jajaran memahami tugas, fungsi, serta mekanisme kerja organisasi yang terus berkembang.
“Banyak lurah dan camat yang baru menjabat, sehingga perlu diberikan pemahaman mengenai PKK yang lebih adaptif dan sesuai perkembangan saat ini. Selain memahami administrasi dan struktur organisasi, yang terpenting adalah bagaimana para lurah dapat turun langsung ke masyarakat, memahami persoalan yang ada, dan membantu mencarikan solusinya,” jelasnya.
Hesti Haris optimistis, melalui sinergi antara pemerintah, TP PKK, organisasi keagamaan, dan masyarakat, berbagai persoalan sosial yang dihadapi di tingkat desa maupun kelurahan dapat diselesaikan secara bersama-sama.
“Insyaallah berbagai persoalan yang ada di lingkungan PKK maupun masyarakat dapat kita selesaikan melalui kerja sama dan kebersamaan,” pungkasnya.











