Photo : Budi Prasetyo Juru Bicara KPK
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 2 (dua) orang sebagai tersangka terkait kasus perkara dugaan korupsi kuota ibadah haji di Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2023-2024.
Dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu : mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dan eks Stafsus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex.
“Perkara kouta haji, kami sampaikan updatenya, bahwa KPK telah menetapkan 2 (dua) orang sebagai tersangka,”kata Budi Prasetyo Juru Bicara KPK menyampaikan ke wartawan, Jumat (9/1/2026) di gedung Merah Putih.
Lanjut Budi Prasetyo, menyampaikan dalam perkembangan kasus ini, KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yaitu yang pertama YCQ eks Menteri Agama, dan kedua IAA, Stafsus Menteri Agama, dalam perkara sangkaan kerugian keuangan negara pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
“BPK saat ini terus melakukan kalkulasi besarnya nilai kerugian keuangan negara yang ditimbulkan perkara ini,”ujar Budi Prasetyo.
Terkait kelanjutan penyelidikan perkara ini, KPK akan update karena penyidik masih terus melakukan pemeriksaan dan penyitaan terhadap barang bukti.
“KPK mengimbau kepada pihak-pihak Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), Biro Travel maupun asosiasi agar koperatif termasuk dalam mengembalikan uang-uang yang diduga dari kontruksi perkara ini,”ujarnya.
Diketahui KPK melakukan penyidikan kasus ini yakni pengalihan setengah dari tambahan 20 ribu kuota haji di era menteri agama Yaqut Cholil Qoumas. Pembagian kuota haji tambahan 2024 sebanyak 20 ribu. Tambahan 20 ribu kuota haji didapat Presiden ke-7 RI Joko Widodo setelah bertemu dengan pemerintah Arab Saudi.
Pembagian kuota yang seharusnya mengikuti regulasi dengan proporsi 92 persen untuk haji reguler dan 8 persen untuk haji khusus, diduga disalahgunakan dengan pembagian 50 persen 50 persen.
Diketahui sesuai Undang-Undang Penyelenggaraan Haji yang mengatur kuota haji khusus/plus hanya 8%, bukan 50% yang tercantum di pasal 64 UU Nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah
Kuota haji khusus terdiri atas jemaah haji khusus dan petugas haji khusus. Lebihnya yakni 92 persen diperuntukkan untuk kuota haji reguler.
Tambahan kuota haji sebanyak 20.000 seharusnya dibagikan untuk jemaah haji reguler sebanyak 18.400 atau setara dengan 92 persen, dan kuota haji khusus sebanyak 1.600 atau setara dengan 8 persen. (tugas/iqbal).











