SINGKUT, Bacajambi.id — Sebanyak 73 mustahik di Desa Payolebar, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, menerima penyaluran dana zakat fisabilillah dan santunan bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Payolebar, Selasa (6/10/2026).
Penyaluran dana zakat ini dihadiri langsung PjS Kepala Desa Payolebar Dwijen Hartoyo, SE, Ketua UPZ Payolebar Eko Purna Irawan, Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Sarolangun Syamsuri, S.Pd.I., Wakil Ketua III Masda Lena, S.Pd.I., petugas Baznas Sarolangun, serta para penerima manfaat.
Dalam penyampaiannya, Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Sarolangun, Syamsuri, S.Pd.I., menjelaskan sejumlah program Baznas yang ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Di antaranya program pengobatan gratis, bantuan biaya pendidikan bagi anak sekolah di Kabupaten Sarolangun, serta program pinjaman tanpa agunan yang disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
“Upaya Baznas Kabupaten Sarolangun adalah memberikan pelayanan dan bantuan dana kepada masyarakat yang benar-benar tidak mampu dan layak dibantu,” ujarnya.
Selain itu, Baznas juga memiliki program bantuan bagi guru honorer madrasah sebesar Rp100 ribu setiap bulan, serta bantuan pendanaan pembangunan masjid dan berbagai kegiatan sosial lainnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III Baznas Kabupaten Sarolangun, Masda Lena, S.Pd.I., menyampaikan adanya bantuan bagi pendamping keluarga yang sedang sakit sebesar Rp1 juta.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan selama mendampingi anggota keluarga yang sakit, baik di rumah maupun di tempat perawatan, dengan persyaratan melampirkan surat keterangan dari pemerintah desa yang menerangkan bahwa penerima memang benar-benar mendampingi keluarga yang sakit.
Masda Lena juga menjelaskan program bantuan biaya pendidikan khusus mahasiswa. Untuk mahasiswa yang memenuhi persyaratan, bantuan pendidikan diberikan pada semester VII dan VIII, masing-masing sebesar Rp3 juta.
Ia menegaskan, seluruh program bantuan Baznas diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar memenuhi persyaratan sebagai penerima manfaat dari kalangan tidak mampu.
“Yang kami sampaikan ini tentunya bagi masyarakat yang benar-benar memenuhi persyaratan sebagai orang yang tidak mampu. Semoga tidak terjadi salah tafsir, sehingga bantuan tepat sasaran dan tidak diberikan kepada masyarakat yang sebenarnya mampu,” jelasnya.
PjS Kepala Desa Payolebar Dwijen Hartoyo, SE., menyambut baik program-program Baznas Kabupaten Sarolangun tersebut. Menurutnya, berbagai bantuan yang diberikan sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga yang benar-benar membutuhkan.
“Kami sangat mengapresiasi program Baznas Kabupaten Sarolangun. Program ini sangat membantu dan memudahkan masyarakat tidak mampu dalam mendapatkan bantuan maupun pelayanan,” ungkap Dwijen.
Ia berharap ke depan Baznas Kabupaten Sarolangun dapat terus mengembangkan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, khususnya warga kurang mampu di Kecamatan Singkut yang mencakup 13 desa.
“Harapan kami, program Baznas ke depan semakin luas dan dapat membantu masyarakat di seluruh Kabupaten Sarolangun, khususnya di Kecamatan Singkut,” pungkasnya.
(Jtx)











