• Hubungi Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
Rabu, Juli 15, 2026
Bacajambi.id
  • Login
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SELEBRITIS
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SELEBRITIS
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Bacajambi.id

Bupati Syukur Soroti Ketimpangan Pendidikan dan Sentil Ego ASN

Baca Jambi by Baca Jambi
15 Juli 2026
in MERANGIN
0
Bupati Syukur Soroti Ketimpangan Pendidikan dan Sentil Ego ASN

Baca Jambi – Bupati Merangin, M. Syukur, menyoroti secara tajam ketimpangan dan tantangan nyata di sektor pendidikan Kabupaten Merangin.

Hal tersebut disampaikannya secara terbuka di hadapan ratusan kepala sekolah tingkat TK, SD, hingga SMP se-Kabupaten Merangin dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Utama Lantai IV Kantor Bupati Merangin, Rabu (15/7).

READ ALSO

Cegah Kriminalitas Jalanan, Pemkab Merangin Gelar Rakor Penanggulangan Geng Motor

Bupati Syukur Antar Anak Hari Pertama Masuk Sekolah

Dalam pertemuan tatap muka perdana secara menyeluruh sejak menjabat sebagai Bupati, M. Syukur mengajak para kepala sekolah berdiskusi jujur mengenai realitas pendidikan di lapangan. Ia menegaskan bahwa persoalan pendidikan bukan sekadar urusan infrastruktur fisik.

“Persoalan pendidikan di Merangin ini bukan persoalan yang dingin. Ini bukan hanya soal gedung atau bangku sekolah, tetapi ini adalah soal generasi, mutu, dan moral. Inilah yang membutuhkan kerja sama kita semua,” tegas Bupati M. Syukur.

Berdasarkan pengamatannya selama memimpin Bumi Tali Undang Tambang Teliti, M. Syukur menilai perkembangan kualitas pendidikan di Merangin belum merata. Kemajuan signifikan dinilai baru menyentuh wilayah pusat kota dan sekolah-sekolah unggulan.

Sebaliknya, kondisi memprihatinkan masih membayangi sekolah-sekolah di kecamatan terpencil dan pelosok desa. Ia mengungkapkan temuan di mana sejumlah sekolah di daerah pelosok sama sekali tidak memiliki guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Bagaimana dengan sekolah-sekolah yang berada di pelosok desa dan kecamatan terpencil? Masih banyak sekolah yang saya temukan di lapangan sama sekali tidak memiliki guru berstatus PNS. Betul tidak?” tanya Bupati, yang langsung dijawab, “Betul,” secara serempak oleh para kepala sekolah yang hadir.

Selain minimnya guru PNS, ia juga menyoroti banyaknya posisi kepala sekolah yang masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt) alias belum definitif. Kondisi ini dinilai menghambat tata kelola dan manajemen sekolah agar berjalan optimal.

Dalam arahannya, Bupati M. Syukur juga memberikan teguran simpatik namun mendalam terkait komitmen dan sumpah profesi para pendidik. Ia mengingatkan bahwa pengabdian seorang guru tidak dibatasi oleh sekat geografis wilayah perkotaan saja.

“Ketika Bapak dan Ibu disumpah menjadi guru lalu ditunjuk menjadi kepala sekolah, tidak ada sumpah untuk hanya bertugas di kota. Tapi sampai sekarang, belum ada yang datang minta ditugaskan di pelosok. Yang ada itu marah-marah karena ditugaskan di pelosok,” ujarnya disambut tawa para kepala sekolah.

Ia kemudian membagikan cerita emosional saat mengunjungi daerah terpencil di Kecamatan Tiang Pumpung. Di sana, ia bertemu seorang guru perempuan yang mengabdi dengan ikhlas di tengah keterbatasan sarana penunjang.

“Saya lupa nama daerahnya, waktu itu saya menyeberang sungai untuk membagikan bantuan bencana banjir. Saya bertemu seorang guru wanita, rumahnya sangat sederhana. Saya sempat menahan haru saat berbincang dengan guru tersebut. Beliau mengatakan ini sudah tugasnya untuk membantu masyarakat. Saya beri apresiasi dengan memberikan bantuan. Mungkin nilainya tidak seberapa, tapi keikhlasan itu yang terpenting. Pertanyaannya sekarang, masih adakah keikhlasan seperti itu di dalam diri kita?” tanyanya disambut keheningan.

Bupati M. Syukur meminta para tenaga pendidik untuk tidak lagi memprotes kebijakan penempatan tugas di wilayah pedesaan (dusun). Menurutnya, wilayah Merangin masih sangat terjangkau untuk diakses secara berkala.

“Sebenarnya tidak ada wilayah yang terlampau jauh di Merangin ini. Kalau alasan keluarga, suami, atau istri, semua bisa dikoordinasikan. Persoalannya, sampai hari ini kita terkadang belum mampu melawan ego diri kita masing-masing,” pungkasnya. (Red/Kominfo)

Related Posts

Cegah Kriminalitas Jalanan, Pemkab Merangin Gelar Rakor Penanggulangan Geng Motor
MERANGIN

Cegah Kriminalitas Jalanan, Pemkab Merangin Gelar Rakor Penanggulangan Geng Motor

Bupati Syukur Antar Anak Hari Pertama Masuk Sekolah
MERANGIN

Bupati Syukur Antar Anak Hari Pertama Masuk Sekolah

Dikbud Sarolangun Belajar SIM-KSPSTK ke Merangin
MERANGIN

Dikbud Sarolangun Belajar SIM-KSPSTK ke Merangin

Bentuk Tim Terpadu, Pemkab Merangin Sterilkan Kawasan Inti Geopark
MERANGIN

Bentuk Tim Terpadu, Pemkab Merangin Sterilkan Kawasan Inti Geopark

Pembangunan Turap Bronjong di Desa Meranti Rampung
MERANGIN

Pembangunan Turap Bronjong di Desa Meranti Rampung

Jalan Depan Kantor Camat Pamsel Segera Diaspal
MERANGIN

Jalan Depan Kantor Camat Pamsel Segera Diaspal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

No Content Available
Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

EDITOR'S PICK

Bupati Tanjab Barat Tinjau Gedung Diklat, Rencanakan Relokasi Menjadi Balai Latihan Kerja di Pusat Kota

Bupati Tanjab Barat Tinjau Gedung Diklat, Rencanakan Relokasi Menjadi Balai Latihan Kerja di Pusat Kota

MK Registrasi 309 Perkara Sengketa Pilkada 2024, Sidang Perdana akan digelar 8 Januari 2025

Pasar Murah LPG 3 Kg di Desa Bukit Murau, 560 Tabung Disalurkan Jelang Idul Adha Sarolangun, 19 Mei 2026 – Menjelang perayaan Idul Adha, Pemerintah Kecamatan Singkut bekerja sama dengan Dinas Perindagkop Kabupaten Sarolangun menggelar operasi pasar murah berupa gas LPG 3 kg di Desa Bukit Murau dan sekitarnya. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt Camat Singkut, M. Maini, sebagai bentuk respons terhadap kelangkaan gas LPG yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Dalam operasi pasar tersebut, sebanyak 560 tabung gas LPG 3 kg disalurkan kepada warga dengan harga sesuai ketentuan, yaitu Rp18.000 per tabung. M. Maini menjelaskan bahwa pelaksanaan pasar murah ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas LPG, meskipun harga di pasaran cukup tinggi. “Kami sengaja melaksanakan operasi pasar di Desa Bukit Murau dan sekitarnya karena kelangkaan LPG yang cukup parah. Masyarakat sangat membutuhkan, karena walaupun harga ada, barangnya sulit ditemukan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya dilakukan menjelang hari raya saja, tetapi akan diusulkan agar dapat terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. “Kami akan mengajukan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun agar pasar murah ini bisa terus dilaksanakan, tidak hanya saat Idul Adha,” tambahnya. Selama ini, menurutnya, harga LPG 3 kg di tingkat masyarakat bisa mencapai Rp30.000 hingga Rp40.000 per tabung, bahkan dengan ketersediaan yang terbatas. Melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan dinas terkait, Kecamatan Singkut akhirnya mendapatkan bantuan distribusi LPG sebanyak 560 tabung untuk membantu kebutuhan warga. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun atas bantuan ini. Semoga ke depan distribusi LPG bisa terus ditingkatkan demi memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutup M. Maini.

Pasar Murah LPG 3 Kg di Desa Bukit Murau, 560 Tabung Disalurkan Jelang Idul Adha Sarolangun, 19 Mei 2026 – Menjelang perayaan Idul Adha, Pemerintah Kecamatan Singkut bekerja sama dengan Dinas Perindagkop Kabupaten Sarolangun menggelar operasi pasar murah berupa gas LPG 3 kg di Desa Bukit Murau dan sekitarnya. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt Camat Singkut, M. Maini, sebagai bentuk respons terhadap kelangkaan gas LPG yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Dalam operasi pasar tersebut, sebanyak 560 tabung gas LPG 3 kg disalurkan kepada warga dengan harga sesuai ketentuan, yaitu Rp18.000 per tabung. M. Maini menjelaskan bahwa pelaksanaan pasar murah ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas LPG, meskipun harga di pasaran cukup tinggi. “Kami sengaja melaksanakan operasi pasar di Desa Bukit Murau dan sekitarnya karena kelangkaan LPG yang cukup parah. Masyarakat sangat membutuhkan, karena walaupun harga ada, barangnya sulit ditemukan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya dilakukan menjelang hari raya saja, tetapi akan diusulkan agar dapat terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. “Kami akan mengajukan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun agar pasar murah ini bisa terus dilaksanakan, tidak hanya saat Idul Adha,” tambahnya. Selama ini, menurutnya, harga LPG 3 kg di tingkat masyarakat bisa mencapai Rp30.000 hingga Rp40.000 per tabung, bahkan dengan ketersediaan yang terbatas. Melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan dinas terkait, Kecamatan Singkut akhirnya mendapatkan bantuan distribusi LPG sebanyak 560 tabung untuk membantu kebutuhan warga. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun atas bantuan ini. Semoga ke depan distribusi LPG bisa terus ditingkatkan demi memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutup M. Maini.

Maulana Lantik Ketua LPTQ Kota Jambi Periode 2025-2030

Maulana Lantik Ketua LPTQ Kota Jambi Periode 2025-2030

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pasang Iklan

© 2023 BacaJambi.ID

No Result
View All Result
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SELEBRITIS
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN

© 2023 BacaJambi.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In