• Hubungi Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
Minggu, Mei 3, 2026
Bacajambi.id
  • Login
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SELEBRITIS
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SELEBRITIS
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Bacajambi.id

Menambal Celah di Tanah Suci: Orkestrasi Asta Cita Menjaga Marwah Bangsa

Baca Jambi by Baca Jambi
3 Mei 2026
in OPINI
0
Menambal Celah di Tanah Suci: Orkestrasi Asta Cita Menjaga Marwah Bangsa

Oleh: Abdullah Rasyid

Keberangkatan jemaah haji sering kali menjadi cermin bagaimana sebuah negara memuliakan warga negaranya. Menyongsong musim haji 2026, sebuah lompatan besar sedang dirancang melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dengan Kementerian Haji dan Umrah (KHAU) Republik Indonesia, bersama otoritas Arab Saudi. Langkah ini bukan sekadar urusan teknis bandara, melainkan upaya sistemik untuk menggeser beban birokrasi dari pundak jemaah ke tangan negara secara presisi.

READ ALSO

Memanusiakan Manusia: Menjadikan Lapas sebagai “Laboratorium Peradaban”

Ironi Transportasi Publik: Menggugat Hak Hidup di Balik Tragedi Bekasi

Spesialisasi dan Sinergi: Kemenimipas dan KHAU
Lahirnya Kementerian Haji dan Umrah dalam kabinet Presiden Prabowo adalah pernyataan politik yang kuat bahwa urusan tamu Allah tidak lagi boleh dikelola secara “sampingan”.
Kini, dengan adanya kementerian yang spesifik, KHAU bertindak sebagai dirigen utama pelayanan, sementara Kemenimipas menjadi garda depan dalam memastikan aspek legalitas dan kelancaran arus di pintu gerbang negara.

Kerja sama ini memastikan bahwa program Paspor Simpatik Haji dan sistem Makkah Route tidak berjalan di ruang hampa. Sinkronisasi data antara e-Hajj dengan basis data kependudukan dan imigrasi menciptakan barikade bagi praktik haji ilegal. Ini adalah jawaban telak atas maraknya penyalahgunaan visa ziarah yang sering kali menelantarkan jemaah.

Dengan Satgas Haji gabungan, negara hadir untuk memastikan bahwa mereka yang berangkat bukan hanya berbekal niat suci, tapi juga perlindungan hukum yang paripurna.

Makkah Route: Wajah Baru Diplomasi Pelayanan

Integrasi dengan otoritas Arab Saudi dalam penerapan Makkah Route di 14 embarkasi adalah bentuk tertinggi dari “Diplomasi Pelayanan.” Memindahkan proses imigrasi Saudi ke tanah air adalah bentuk penghormatan terhadap martabat jemaah, khususnya lansia, agar tak lagi terhimpit antrean panjang di Jeddah atau Madinah.
Di sini, peran KHAU yang fokus pada manajemen jemaah bertemu dengan ketangkasan Kemenimipas dalam urusan keimigrasian, sebuah orkestrasi yang selama ini dirindukan publik.

Manifestasi Asta Cita Presiden Prabowo

Secara politik makro, kolaborasi antar-lembaga ini merupakan pengejawantahan dari visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto:

Perlindungan dan Penegakan Hukum (Asta Cita 1 & 7): Memberantas mafia haji non-prosedural adalah mandat perlindungan warga negara. Dengan Kementerian Haji yang berdiri sendiri, pengawasan menjadi lebih fokus, memastikan negara tidak lagi kalah cepat dari sindikat yang mempertaruhkan nyawa rakyat demi keuntungan finansial.

Modernisasi Layanan (Asta Cita 7): Transformasi digital dalam pengurusan paspor dan integrasi sistem lintas negara mencerminkan reformasi birokrasi yang lincah (agile) dan tidak lagi berbelit.

Ketahanan Sosial dan Bakti (Asta Cita 8): Memastikan ibadah haji berjalan aman dan nyaman adalah langkah nyata dalam memperkuat harmoni kehidupan beragama dan bakti kepada Tuhan YME.

Ujian Konsistensi di Lapangan

Tentu, di atas kertas, kebijakan ini tampak sempurna. Namun, ujian sesungguhnya ada pada konsistensi implementasi di 14 bandara embarkasi. Kolaborasi Kemenimipas dan KHAU harus bebas dari ego sektoral. Satgas gabungan tidak boleh terjebak dalam rutinitas seremonial; mereka harus mampu mengendus pergerakan sindikat sebelum jemaah menginjakkan kaki di pesawat.

Kesimpulannya, langkah Kemenimipas dan Kementerian Haji dan Umrah RI untuk Haji 2026 adalah sebuah standar baru manajemen publik. Jika transisi ini berjalan mulus, kepemimpinan Prabowo akan mencatat sejarah: haji yang tidak hanya nyaman secara logistik, tetapi juga tegak secara hukum. Kita berharap, tak ada lagi air mata jemaah yang tertahan di gerbang deportasi, melainkan hanya air mata haru karena pelayanan negara yang hadir secara utuh dan bermartabat.

Penulis:

  • Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN
  • Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

Related Posts

Memanusiakan Manusia: Menjadikan Lapas sebagai “Laboratorium Peradaban”
OPINI

Memanusiakan Manusia: Menjadikan Lapas sebagai “Laboratorium Peradaban”

Menjemput Pikiran, Menenun Kedaulatan: Strategi “Brain Gain” dalam Asta Cita
OPINI

Ironi Transportasi Publik: Menggugat Hak Hidup di Balik Tragedi Bekasi

Dari Selat Hormuz Hingga Selat Malaka, Menimbang Arah Indonesia di Tengah Pergeseran Medan Konflik Global
OPINI

Menyambut Fajar Baru Layanan Publik: “All Indonesia” sebagai Jembatan Peradaban

Menenun Harapan Hijau, Menguji Sinkronisasi: Lingkungan Hidup dalam Pusaran Asta Cita
OPINI

Menenun Harapan Hijau, Menguji Sinkronisasi: Lingkungan Hidup dalam Pusaran Asta Cita

Transformasi di Balik Jeruji: Menakar Asa 62 Tahun Bakti Pemasyarakatan
OPINI

Transformasi di Balik Jeruji: Menakar Asa 62 Tahun Bakti Pemasyarakatan

Gubernur Al Haris Bangga 2 Daerah di Provinsi Jambi Dapat Apresiasi dari Pemerintah Pusat
OPINI

Gubernur Al Haris Bangga 2 Daerah di Provinsi Jambi Dapat Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Next Post
Memanusiakan Manusia: Menjadikan Lapas sebagai “Laboratorium Peradaban”

Memanusiakan Manusia: Menjadikan Lapas sebagai "Laboratorium Peradaban"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

No Content Available
Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

EDITOR'S PICK

Pansus DPRD Tanjab Timur Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045

Pansus DPRD Tanjab Timur Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045

Komisi III DPRD Jambi Lakukan RDP dengan UKPBJ Soroti Lelang Proyek

Komisi III DPRD Jambi Lakukan RDP dengan UKPBJ Soroti Lelang Proyek

DPRD Kota Jambi Akan Awasi dengan Teliti Pembangunan Kantor Walikota Sebesar Rp 70 Miliar

DPRD Kota Jambi Akan Awasi dengan Teliti Pembangunan Kantor Walikota Sebesar Rp 70 Miliar

Keluarga Besar Desa Kuala Dendang Kabupaten Tanjab Timur Mengucapkan “Dirgahayu Republik Indonesia Ke-78”

Keluarga Besar Desa Kuala Dendang Kabupaten Tanjab Timur Mengucapkan “Dirgahayu Republik Indonesia Ke-78”

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pasang Iklan

© 2023 BacaJambi.ID

No Result
View All Result
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SELEBRITIS
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN

© 2023 BacaJambi.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In