TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung Barat resmi mendeklarasikan strategi kolaboratif “Sabuk Kamtibmas” sebagai upaya memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Deklarasi yang digelar di halaman Mapolres Tanjung Jabung Barat, Rabu, dipimpin langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat dan Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Maulia Kuswicaksono.
Bupati Anwar Sadat mengatakan, melalui kebersamaan seluruh elemen masyarakat, keamanan dan ketertiban daerah dapat terus terjaga.
“Melalui kebersamaan dan kekompakan seluruh unsur masyarakat, kita dapat menjaga situasi Kabupaten Tanjung Jabung Barat tetap aman, damai, dan kondusif,” ujar Anwar Sadat.
Sabuk Kamtibmas merupakan strategi kolaborasi antara aparat kepolisian dengan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, pemerintah desa hingga warga. Program ini bertujuan mendeteksi secara dini potensi gangguan keamanan serta memperkuat ketertiban di lingkungan masing-masing.
Menurut Anwar Sadat, deklarasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Sinergi yang terbangun dinilai menjadi modal utama dalam menjaga persatuan, menciptakan rasa aman, sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.
Ia juga menegaskan, konsep Sabuk Kamtibmas sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menempatkan stabilitas keamanan dan ketertiban sebagai fondasi utama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
“Sebagaimana arahan Presiden RI, stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah merupakan syarat mutlak dalam menjamin kelancaran roda perekonomian dan pembangunan nasional,” tegasnya.
Karena itu, Sabuk Kamtibmas diharapkan menjadi wadah sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh komponen masyarakat dalam menciptakan wilayah yang aman dan kondusif, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, desa hingga kawasan strategis lainnya.
Sementara itu, Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Maulia Kuswicaksono mengatakan deklarasi tersebut merupakan wujud nyata kebersamaan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui Sabuk Kamtibmas ini, kita membangun kebersamaan dan kewaspadaan bersama. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat harus saling bersinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” kata Maulia.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan Deklarasi Sabuk Kamtibmas oleh Bupati Anwar Sadat dan Kapolres AKBP Maulia Kuswicaksono. Penandatanganan tersebut disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para camat, lurah, kepala desa, perwakilan organisasi kepemudaan (OKP), organisasi kemasyarakatan (Ormas), LSM, serta tokoh masyarakat.
Melalui deklarasi ini, seluruh elemen di Kabupaten Tanjung Jabung Barat berkomitmen memperkuat persatuan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif demi mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.










