BATANG HARI – Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam mewujudkan visi “Batanghari Super Tangguh”. Karena itu, ia menginstruksikan seluruh tenaga medis yang tergabung dalam program Dokter Tangguh agar aktif memberikan pelayanan hingga ke pelosok desa dengan sistem jemput bola.
Menurut Fadhil Arief, pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi tanpa memandang lokasi maupun kondisi ekonomi. Ia menekankan agar tidak ada warga yang terabaikan, terutama masyarakat kurang mampu dan para lanjut usia (lansia) yang mengalami keterbatasan untuk mendatangi fasilitas kesehatan.
“Teruslah bekerja untuk melayani masyarakat, karena keikhlasan kawan-kawan menjadi amal ibadah. Jika masyarakat tidak mampu datang, tugas Dokter Tangguh harus jemput bola. Jangan sampai ada yang terabaikan, terutama lansia,” tegas Fadhil Arief.
Program Dokter Tangguh sendiri dibentuk sebagai upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal jauh dari pusat pelayanan kesehatan.
Meski demikian, pelaksanaan program di lapangan disebut masih menghadapi sejumlah kendala. Sejumlah warga Kelurahan Muara Jangga, Kecamatan Batin XXIV, mengaku sudah hampir enam bulan tidak lagi menerima kunjungan dari tim Dokter Tangguh.
Salah seorang warga, Heni, berharap pelayanan kesehatan melalui program tersebut dapat kembali berjalan seperti sebelumnya. Menurutnya, kehadiran tenaga medis sangat dibutuhkan masyarakat, terutama para lansia yang memerlukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Kami berharap Dokter Tangguh bisa kembali datang ke Muara Jangga. Banyak lansia di sini yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujarnya.
Keluhan warga tersebut menjadi perhatian agar pelaksanaan program Dokter Tangguh terus dievaluasi sehingga tujuan Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata benar-benar dapat dirasakan seluruh masyarakat hingga ke wilayah terpencil.











