Baca Jambi – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menunda pemberian hak pensiun kepada mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Varial Adhi Putra (VAP), yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) SMK.
Penundaan tersebut dilakukan hingga adanya kepastian hukum berupa Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atau putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, di Jambi, Jumat.
“Jadi ada surat dari BKN untuk proses usulan pensiun itu ditunda dulu. Bahasanya sampai ada SP3 atau putusan yang berkekuatan hukum tetap,” ujar Sudirman.
Ia menjelaskan, proses pengajuan pensiun tersangka VAP, termasuk hak pensiun sementara waktu, tidak dapat diproses sebelum status hukum yang bersangkutan dinyatakan jelas oleh aparat penegak hukum.
“Kita tidak usah berandai-andai. Yang jelas rambu-rambu dari BKN memang seperti itu,” katanya.
Sudirman menambahkan, putusan pengadilan dalam perkara tindak pidana korupsi yang menjerat VAP nantinya akan berimplikasi langsung terhadap hak kepegawaian dan pensiunnya.
Berdasarkan data kepegawaian, masa tugas Varial Adhi Putra berakhir pada Januari 2026 setelah genap berusia 60 tahun.
Sebelumnya, penyidik Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) SMK tahun anggaran 2021 yang merugikan keuangan negara hingga Rp21,7 miliar.
Ketiga tersangka tersebut yakni mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Varial Adhi Putra, mantan Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Bukri, serta seorang perantara atau broker bernama David.
Direktur Reskrimsus Polda Jambi Komisaris Besar Polisi Taufik Nurmandia mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik menggelar perkara. Terhitung sejak Senin, 22 Desember 2025, ketiganya resmi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima aliran dana dan meminta komisi dari proyek DAK SMK tersebut.
Sebelum menetapkan ketiga tersangka itu, penyidik Polda Jambi juga telah melimpahkan empat tersangka lainnya ke Kejaksaan Tinggi Jambi dalam perkara yang sama. Saat ini, keempatnya telah menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi.
Mereka adalah Rudi Wage (RW) selaku broker, Endah Susanti (ES) selaku Direktur PT Tahta Djaga Internasional, Wawan Setiawan (WS) selaku pemilik PT Indotec Lestari Prima, serta Zainal Hazid (ZH) yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. (Red)










