• Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
Jumat, Oktober 16, 2026
Bacajambi.id
  • Login
  • RAGAM
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • PEMERINTAHAN
  • RAGAM
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Bacajambi.id
ADVERTISEMENT

Memahami Alur Rujukan dalam JKN, Mengapa Harus Dimulai dari FKTP?

R3daksi by R3daksi
2 Agustus 2025
in BPJS Kesehatan
0
Memahami Alur Rujukan dalam JKN, Mengapa Harus Dimulai dari FKTP?

Baca Jambi – Saat sakit, sebagian orang mungkin langsung berpikir untuk pergi ke rumah sakit agar segera ditangani oleh dokter spesialis. Tak jarang orang yang yakin kalau sakit harus langsung datang ke rumah sakit supaya cepat sembuh.

Padahal dalam sistem pelayanan kesehatan Program JKN, setiap peserta diwajibkan untuk terlebih dahulu mengakses pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas, klinik pratama, atau dokter praktik perorangan, kecuali peserta tersebut dalam kondisi gawat darurat.

READ ALSO

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence Melalui CX126

ADVERTISEMENT

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah bahwa sistem rujukan berjenjang ini telah diatur secara tegas dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2024 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perseorangan. Dijelaskan bahwa pelayanan kesehatan harus diawali dari FKTP, sebelum dapat dirujuk ke rumah sakit atau Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan.

“FKTP berperan sebagai garda terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan. Mereka memiliki tugas untuk melakukan pemeriksaan awal, mendiagnosis, dan mengobati penyakit yang dialami oleh peserta JKN. Di samping itu, FKTP juga bertugas memberikan edukasi dan mendorong promotif maupun preventif. FKTP harus menjadi pihak yang paling mengetahui riwayat kesehatan peserta, karena sebetulnya merekalah akses layanan kesehatan yang paling dekat dengan jangkauan peserta,” terang Rizzky.

Ia menambahkan, mekanisme rujukan berjenjang dari FKTP ke rumah sakit, bukan untuk mempersulit peserta, melainkan untuk memastikan bahwa peserta bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang diberikan tepat sasaran, efisien, dan sesuai kebutuhan medis.

“Rumah sakit memang memiliki sumber daya yang lebih lengkap, namun apabila semua penyakit harus ditangani di rumah sakit, termasuk penyakit ringan yang sebetulnya bisa dilayani di FKTP, maka bisa terjadi penumpukan pasien. Tenaga medis di rumah sakit yang semestinya menangani kasus-kasus yang benar-benar membutuhkan penanganan lanjutan, jadi tidak bisa berperan optimal jika waktunya habis untuk menangani penyakit ringan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Rizzky mengungkapkan rujukan ke rumah sakit akan diberikan apabila peserta memang membutuhkan pelayanan spesialistik, atau ketika FKTP tidak dapat menangani kondisi pasien akibat keterbatasan fasilitas, peralatan, atau tenaga medis. Rujukan dilakukan berdasarkan indikasi medis, bukan karena permintaan pribadi peserta atau alasan praktis semata.

“Hal ini penting untuk dipahami, karena salah satu prinsip utama dalam Program JKN adalah memastikan peserta mendapatkan pelayanan yang sesuai kebutuhan medisnya, bukan sekadar keinginan peserta. FKTP akan menentukan apakah suatu kondisi dapat ditangani cukup di tingkat pertama, atau memang memerlukan penanganan di tingkat lanjutan. Jika dinilai perlu, barulah dokter umum akan memberikan surat rujukan resmi agar peserta bisa mendapatkan pelayanan lebih lanjut dari dokter spesialis di FKRTL,” tambah Rizzky.

Pada FKRTL yang menjadi tujuan rujukan juga memiliki klasifikasi berdasarkan kemampuan dan fasilitas yang dimilikinya, yakni rumah sakit kelas D, C, B, dan A. Rizzky mengatakan, rumah sakit kelas D umumnya memiliki layanan dasar dan terbatas, sementara kelas A adalah rumah sakit.

Rujukan tertinggi dengan fasilitas dan tenaga medis yang paling lengkap, termasuk dokter subspesialis dan teknologi kedokteran yang canggih.

“Penempatan rujukan ke rumah sakit pun tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan medis peserta JKN, dan kompetensi dari masing-masing rumah sakit. Jika kondisi peserta JKN belum dapat ditangani secara tuntas di rumah sakit sekunder, maka peserta bisa dirujuk kembali ke rumah sakit tersier untuk mendapatkan penanganan oleh dokter subspesialis.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah telah membangun sistem pelayanan kesehatan secara bertingkat, terstruktur, dan terpadu agar setiap peserta bisa mendapatkan pelayanan yang optimal di setiap levelnya,” ucap Rizzky.

Namun tidak semua rujukan dilakukan secara vertikal dari tingkat bawah ke atas. Rizzky menjelaskan ada juga rujukan antar fasilitas kesehatan dalam tingkatan yang sama. Misalnya, sebuah rumah sakit dapat merujuk ke rumah sakit lain yang memiliki kompetensi medis tertentu (antara lain tenaga kesehatan, sarana prasarana, maupun daya tampung) yang tidak dimiliki oleh rumah sakit perujuk.

“BPJS Kesehatan telah mengembangkan sistem rujukan yang terintegrasi antar fasilitas kesehatan. Dalam sistem ini, masing-masing telah dipetakan dan diprofilkan berdasarkan kemampuan, sarana prasarana, dan jenis layanan yang tersedia. Sebagai contoh jika rumah sakit tersebut tidak memiliki penunjang medis dalam menangani peserta JKN, maka dapat dirujuk ke rumah sakit lain dengan kelas yang lebih tinggi. Perlu diketahui juga sarana pendukung seperti pengantaran ke rumah sakit lain menggunakan mobil ambulans ini juga dijamin oleh Program JKN sesuai dengan indikasi medis,” ujar Rizzky.

ADVERTISEMENT

Sistem rujukan berjenjang ini bukan hanya soal alur administratif, tetapi bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan alur yang telah diatur sedemikian rupa, Rizzky berharap peserta JKN mendapatkan pelayanan yang tepat, di tempat yang tepat, dan oleh tenaga medis sesuai dengan kompetensinya. (*)

Related Posts

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence Melalui CX126
BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence Melalui CX126

HUT ke-58 BPJS Kesehatan: Menjaga Harapan Melalui Gotong Royong untuk Sehat Bersama
BPJS Kesehatan

HUT ke-58 BPJS Kesehatan: Menjaga Harapan Melalui Gotong Royong untuk Sehat Bersama

Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T
BPJS Kesehatan

Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T

Mudik Tenang, BPJS Kesehatan Jamin Layanan JKN Tetap Aksesibel di Seluruh Indonesia
BPJS Kesehatan

Mudik Tenang, BPJS Kesehatan Jamin Layanan JKN Tetap Aksesibel di Seluruh Indonesia

Ramai Isu Penyesuaian Iuran JKN, Begini Respon BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan

Ramai Isu Penyesuaian Iuran JKN, Begini Respon BPJS Kesehatan

Next Post
Ketua DPRD Kemas Faried Tinjau Jalan Rusak di Penyengat Rendah, Perbaikan Dimulai Pekan Depan

Ketua DPRD Kemas Faried Tinjau Jalan Rusak di Penyengat Rendah, Perbaikan Dimulai Pekan Depan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Wabup Katamso Hadiri Pengukuhan Profesor Putra Asal Tanjab Barat di Universitas Riau

Wabup Katamso Hadiri Pengukuhan Profesor Putra Asal Tanjab Barat di Universitas Riau

Bupati Katamso Hadiri Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Bupati Katamso Hadiri Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

PT. Velindo Aneka Tani Mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri”

PT. Velindo Aneka Tani Mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri”

Pasar Murah LPG 3 Kg di Desa Bukit Murau, 560 Tabung Disalurkan Jelang Idul Adha Sarolangun, 19 Mei 2026 – Menjelang perayaan Idul Adha, Pemerintah Kecamatan Singkut bekerja sama dengan Dinas Perindagkop Kabupaten Sarolangun menggelar operasi pasar murah berupa gas LPG 3 kg di Desa Bukit Murau dan sekitarnya. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt Camat Singkut, M. Maini, sebagai bentuk respons terhadap kelangkaan gas LPG yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Dalam operasi pasar tersebut, sebanyak 560 tabung gas LPG 3 kg disalurkan kepada warga dengan harga sesuai ketentuan, yaitu Rp18.000 per tabung. M. Maini menjelaskan bahwa pelaksanaan pasar murah ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas LPG, meskipun harga di pasaran cukup tinggi. “Kami sengaja melaksanakan operasi pasar di Desa Bukit Murau dan sekitarnya karena kelangkaan LPG yang cukup parah. Masyarakat sangat membutuhkan, karena walaupun harga ada, barangnya sulit ditemukan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya dilakukan menjelang hari raya saja, tetapi akan diusulkan agar dapat terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. “Kami akan mengajukan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun agar pasar murah ini bisa terus dilaksanakan, tidak hanya saat Idul Adha,” tambahnya. Selama ini, menurutnya, harga LPG 3 kg di tingkat masyarakat bisa mencapai Rp30.000 hingga Rp40.000 per tabung, bahkan dengan ketersediaan yang terbatas. Melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan dinas terkait, Kecamatan Singkut akhirnya mendapatkan bantuan distribusi LPG sebanyak 560 tabung untuk membantu kebutuhan warga. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun atas bantuan ini. Semoga ke depan distribusi LPG bisa terus ditingkatkan demi memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutup M. Maini.

Pasar Murah LPG 3 Kg di Desa Bukit Murau, 560 Tabung Disalurkan Jelang Idul Adha Sarolangun, 19 Mei 2026 – Menjelang perayaan Idul Adha, Pemerintah Kecamatan Singkut bekerja sama dengan Dinas Perindagkop Kabupaten Sarolangun menggelar operasi pasar murah berupa gas LPG 3 kg di Desa Bukit Murau dan sekitarnya. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt Camat Singkut, M. Maini, sebagai bentuk respons terhadap kelangkaan gas LPG yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Dalam operasi pasar tersebut, sebanyak 560 tabung gas LPG 3 kg disalurkan kepada warga dengan harga sesuai ketentuan, yaitu Rp18.000 per tabung. M. Maini menjelaskan bahwa pelaksanaan pasar murah ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas LPG, meskipun harga di pasaran cukup tinggi. “Kami sengaja melaksanakan operasi pasar di Desa Bukit Murau dan sekitarnya karena kelangkaan LPG yang cukup parah. Masyarakat sangat membutuhkan, karena walaupun harga ada, barangnya sulit ditemukan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya dilakukan menjelang hari raya saja, tetapi akan diusulkan agar dapat terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. “Kami akan mengajukan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun agar pasar murah ini bisa terus dilaksanakan, tidak hanya saat Idul Adha,” tambahnya. Selama ini, menurutnya, harga LPG 3 kg di tingkat masyarakat bisa mencapai Rp30.000 hingga Rp40.000 per tabung, bahkan dengan ketersediaan yang terbatas. Melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan dinas terkait, Kecamatan Singkut akhirnya mendapatkan bantuan distribusi LPG sebanyak 560 tabung untuk membantu kebutuhan warga. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun atas bantuan ini. Semoga ke depan distribusi LPG bisa terus ditingkatkan demi memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutup M. Maini.

Peletakan Batu Pertama Madrasah di Betara, Bupati Anwar Sadat Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Pendidikan Berkualitas

Peletakan Batu Pertama Madrasah di Betara, Bupati Anwar Sadat Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Pendidikan Berkualitas

Mendagri: Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang Tingkatkan Kedisiplinan

Mendagri: Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang Tingkatkan Kedisiplinan

Bupati Muaro Jambi Hadiri Pelantikan PABPDSI, Tekankan Peran Strategis BPD dalam Pembangunan Desa

Bupati Muaro Jambi Hadiri Pelantikan PABPDSI, Tekankan Peran Strategis BPD dalam Pembangunan Desa

Sambut HUT Merangin ke-76, Dinas Kominfo Merangin Siap Meriahkan Pameran Merangin Expo 2025

Sambut HUT Merangin ke-76, Dinas Kominfo Merangin Siap Meriahkan Pameran Merangin Expo 2025

‎Polres Sarolangun Gelar Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Ops Ketupat 2026  ‎

‎Polres Sarolangun Gelar Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Ops Ketupat 2026 ‎

Ketua Komisi I DPRD Kota Jambi Ajak Warga Dukung OPBM, Pengelolaan Sampah Butuh Proses dan Kolaborasi

Ketua Komisi I DPRD Kota Jambi Ajak Warga Dukung OPBM, Pengelolaan Sampah Butuh Proses dan Kolaborasi

  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi

© 2023 BacaJambi.ID

No Result
View All Result
  • RAGAM
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • PEMERINTAHAN

© 2023 BacaJambi.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In