Baca Jambi – Oknum dosen sekaligus Wakil Dekan UIN STS Jambi berinisial DK akhirnya angkat bicara setelah sempat bungkam pasca-insiden viral.
Melalui pernyataan resminya, DK tegas membantah tuduhan bahwa dirinya digerebek sedang mesra (mesum) berduaan dengan seorang wanita di kamar kos.
DK menyampaikan kronologi lengkap untuk meluruskan pemberitaan yang menurutnya menyudutkan dan tidak sesuai fakta.
“Pemberitaan yang bilang saya digerebek bersama wanita di kos itu tidak benar. Saya di sana bukan berdua, tapi bertiga. Sosok ketiga adalah rekan laki-laki saya, Bang Y, anggota TNI,” ujar DK dalam klarifikasinya, Sabtu (2/5/2026).
Menurut DK, kejadian bermula saat ia menemani wanita tersebut belanja ke toko bedak. Di sana, terjadi keributan dengan rekan usahanya soal utang piutang, membuatnya merasa terancam oleh kelompok ‘WJ’.
Kemudian, DK menghubungi Bang Y untuk perlindungan. “Bang Y minta saya jangan sendirian dan bersedia menemani,” tambahnya.
Y kemudian menjemput wanita tersebut, sementara DK menuju Korem. Namun, wanita itu memilih pulang ke kos untuk istirahat. Y lalu meminta DK ikut ke sana. “Baru duduk 10 menit mengobrol bertiga, tiba-tiba ada yang mendobrak sambil menyebut nama saya,” ungkap DK.
Terkait narasi dirinya ditemukan di kamar mandi, DK jelaskan itu refleks ketakutan.
“Saya dan Bang Y spontan bersembunyi di kamar mandi karena mengira itu kelompok penagih hutang. Jadi, saya di kamar mandi berdua dengan Bang Y (TNI), bukan dengan perempuan itu,” tegasnya.
DK menduga penggerebekan itu sudah diatur. “Saya merasa ini dijebak. Saya punya bukti rekaman yang sudah disampaikan,” katanya. Ia berharap masyarakat tidak menelan mentah-mentah narasi sepihak di media sosial sebelum ada pembuktian hukum dan etik lebih lanjut. (Red)











