Singkut, Bacajambi.id – Tahun ajaran baru 2026 membawa kabar menggembirakan bagi Pondok Pesantren Ihya Asunah. Jumlah santri yang diterima tahun ini mengalami peningkatan signifikan hingga 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Total santri baru yang diterima mencapai 186 orang, yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMK hingga MA, serta datang dari berbagai daerah di dalam maupun luar wilayah sekitar.
Pengasuh Pondok Pesantren Ihya Asunah, Gus Asrofi, S.H.I., menyampaikan rasa syukur atas peningkatan tersebut. Ia mengatakan bahwa hal ini menjadi tanda kebangkitan pesantren setelah sebelumnya mengalami tantangan dalam penerimaan santri.
“Alhamdulillah, pada tahun ajaran baru ini kami cukup gembira karena jumlah santri meningkat hingga 25 persen dengan total 186 santri. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat mulai kembali tumbuh terhadap Pondok Pesantren Ihya Asunah,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa persaingan antar pondok pesantren di Kecamatan Singkut cukup ketat, mengingat hampir setiap desa memiliki lembaga pendidikan serupa. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat pihak pesantren untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Gus Asrofi menegaskan bahwa pihaknya akan memperkuat sistem pengawasan terhadap santri serta meningkatkan kualitas pengajaran. Ia juga mengingatkan para tenaga pendidik untuk memberikan pendidikan yang maksimal, baik dalam bidang umum maupun keagamaan.
“Kami menekankan kepada para pengajar agar benar-benar mendidik santri menjadi pribadi yang cerdas, berkualitas, dan berprestasi. Selain pelajaran umum dan keagamaan, kami juga terus meningkatkan program tahfiz Al-Qur’an,” tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, ia berharap masyarakat Kabupaten Sarolangun dapat terus mendukung pendidikan pesantren serta mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada lembaga pesantren, termasuk Pondok Pesantren Ihya Asunah.
“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di pesantren. Insya Allah kami berkomitmen mendidik santri agar menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak,” tutupnya.
(Jtx)











