Baca Jambi – Pendekatan keselamatan transportasi harus bergeser dari responsif menjadi preventif berbasis data untuk menekan angka kecelakaan dan fatalitas. Demikian disampaikan Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, saat memimpin Diskusi Keselamatan Transportasi dengan pendekatan Penta Helix di Kantor Wilayah Jasa Raharja Sulawesi Selatan, Makassar, Senin (13/4/2026).
Diskusi tersebut menghadirkan narasumber dari Dirlantas Polda Sulsel, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPTD Kelas II Sulsel, BBPJN Sulsel, Dinas Bina Marga Provsul, DPD Organda Sulsel, PT Makassar Metro Network, RSUP Wahidin Sudirohusodo, RSUP Makassar, komunitas ojek online, serta akademisi dari Universitas Hasanuddin, Universitas Bosowa, Universitas Fajar, dan Universitas Handayani. Forum ini menjadi wadah kolaborasi terpadu guna memperkuat pencegahan kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Selatan.
Awaluddin mengungkapkan, berdasarkan data Triwulan I 2026, santunan di Sulsel naik 11,14% dibanding periode sama tahun lalu, sementara kejadian kecelakaan meningkat 8% menjadi lebih dari 2.000 kasus. Secara nasional, IRSMS Korlantas Polri mencatat 151.000 kejadian kecelakaan dengan 217.000 korban per tahun, dengan tren yang terus melonjak.
“Jasa Raharja tak hanya menyalurkan santunan, tapi juga membangun ekosistem pencegahan melalui pemetaan blackspot, edukasi tersegmentasi, dan peningkatan respons pertama,” tegasnya. Ia menambahkan, kecelakaan sering menimpa usia produktif dan kepala keluarga, memicu disrupsi sosial-ekonomi bagi keluarga yang ditinggalkan. “Kami dorong pergeseran dari responsif ke preventif via kerja terintegrasi.”
Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol Dr Pria Budi SIK MH, menyebut meski kecelakaan naik 8%, fatalitas turun 24% menjadi 179 orang dari 234 orang pada Triwulan I 2025. Sebanyak 74% kasus adalah kecelakaan tunggal dengan 78% melibatkan sepeda motor, paling sering pukul 15.00–18.00 WITA pada cuaca cerah dan jalan baik. Titik rawan tertinggi ada di Makassar, Maros, Barru, dan Pangkep, didukung 89 unit ETLE (14 statis, 75 handheld).
“Banyak nyawa hilang bukan karena kecelakaan, tapi keterlambatan penanganan awal. Keselamatan mencakup pencegahan dan respons cepat dalam golden period,” ujarnya.
Forum menghasilkan kesepakatan, seperti penguatan edukasi interaktif di blackspot, perluasan E-PELANTAS ke seluruh kabupaten/kota, integrasi SIM-RS dengan JR Care untuk Guarantee Letter cepat, serta pelatihan PPGD bagi pengemudi sebagai first responder. Dinas Bina Marga Provsul rencanakan perbaikan 1.000 km jalan (2025–2027), sementara Dinas Perhubungan tambah koridor angkutan umum menjadi tiga.
Jasa Raharja menilai kolaborasi Penta Helix krusial untuk peta jalan keselamatan berbasis data lokal. Permasalahan ini tak bisa parsial, melainkan butuh sinergi semua pemangku kepentingan. (Humas JR)











