Baca Jambi — Pekan Budaya Jambi bertajuk “Jambi Blok Nian: Merajut Tuah Merawat Marwah Adat Merangin” tidak hanya menampilkan kekayaan budaya, tetapi juga memperkenalkan Kurau, maskot resmi Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (MJUGGp).
Maskot unik ini menarik perhatian pengunjung karena menyimpan filosofi mendalam tentang kelestarian alam dan sejarah bumi.
General Manager Badan Pengelola MJUGGp, Dr. Agus Zainuddin, menjelaskan bahwa nama “Kurau” merupakan perpaduan dari dua elemen penting yang ada di kawasan Geopark Merangin, yaitu burung ‘Kuau’ dan fosil ‘Arau’.
“Kurau itu singkatan dari kuau dan arau. Kuau adalah burung endemik (lokal) yang menjadi simbol kekayaan biodiversity (keanekaragaman hayati) kita, sementara Arau merujuk pada Araucarioxylon, yaitu batu fosil kayu purba yang berusia 300 juta tahun,” ujar Agus saat ditemui di stan pameran.
Agus menambahkan, kehadiran Kurau menjadi sebuah pesan edukasi bagi masyarakat luas. Melalui maskot ini, badan pengelola ingin meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga warisan geologi dan hayati yang ada di Jambi.
“Ini perpaduan yang sangat keren. Ada pesan kuat di dalamnya, yaitu kita memiliki burung endemik kuau dan fosil berusia ratusan juta tahun yang sama-sama harus kita lindungi dan lestarikan bersama,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Geopark Merangin Jambi sendiri telah resmi menyandang status sebagai UNESCO Global Geopark. Kawasan ini terkenal di dunia internasional karena menyimpan fosil flora permaian awal terlengkap dan terbaik, yang menjadi laboratorium alam berharga bagi ilmu pengetahuan. (Red/Kominfo)











