• Hubungi Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
Senin, Juni 22, 2026
Bacajambi.id
  • Login
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SELEBRITIS
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SELEBRITIS
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Bacajambi.id

Pelajar di Bajubang Beberkan Fakta Berbeda, Ngaku Dicekik hingga Pos Swadaya Dibakar

Baca Jambi by Baca Jambi
22 Juni 2026
in Daerah
0
Pelajar di Bajubang Beberkan Fakta Berbeda, Ngaku Dicekik hingga Pos Swadaya Dibakar

Baca Jambi – Peristiwa yang terjadi pada Jumat malam, 8 Mei 2026 sekitar pukul 23.00 WIB di Dusun Wonorejo, Desa Penerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, menyisakan trauma mendalam bagi seorang pelajar berinisial EGZ (16), akrab disapa AZ.

Malam yang semestinya tenang itu berubah mencekam ketika AZ bersama sejumlah rekannya tengah berkumpul di sebuah pos swadaya warga yang berada sekitar 300 meter dari Jalan Lintas KM 45 Desa Penerokan. Pos tersebut biasa digunakan warga untuk ronda malam menjaga lingkungan.

READ ALSO

2 Pelajar di Bungo Nekat Edarkan Sabu, Digerebek Polisi di Dalam Rumah

Sidang Kasus Zat Kimia PDAM Tirta Mayang, Seret Sejumlah Nama Penting

Namun suasana mendadak berubah saat seorang pria dewasa berinisial RA (25), warga Flamboyan, Bajubang, datang seorang diri menggunakan sepeda motor dan langsung mencari AZ.

Menurut pengakuan AZ, dirinya sama sekali tidak mengenal RA dan tidak pernah memiliki persoalan sebelumnya.

“Dia datang berkali-kali tanya mana AZ. Begitu saya bilang saya AZ, dia langsung cekik leher saya dan tarik kerah baju sampai saya jatuh ke tanah,” ujar AZ.

Tak berhenti di situ, RA disebut meminta AZ ikut ke Lapangan SDN 48 Desa Penerokan. Permintaan itu ditolak AZ karena merasa keselamatannya terancam.

Melihat situasi memanas, rekan-rekan AZ mencoba menenangkan keadaan. RO sempat bertanya maksud kedatangan RA, namun justru diminta diam. Sementara AY yang ikut bertanya disebut mendapat ancaman.

“Bawak dio ke SD 48, kalo dak kau bawak, kau yang aku cari,” begitu ancaman yang disebut dilontarkan RA.

Situasi semakin ricuh saat GU alias UT berupaya melerai. Bukannya mereda, RA justru diduga mendorong GU hingga tercebur ke kolam.

AZ menegaskan, rangkaian kejadian malam itu bermula dari tindakan pencekikan, intimidasi, dan kekerasan yang dilakukan RA. Menurutnya, hal itu yang kemudian memicu adanya perlawanan.

Namun persoalan tak selesai di situ.

Beberapa waktu setelah kejadian, pos swadaya tempat mereka berkumpul mendadak hangus terbakar. AZ menduga pembakaran dilakukan oleh RA bersama sejumlah rekannya.

Bahkan pada malam yang sama, rumah AZ didatangi RA bersama rombongan. Keesokan harinya, rumah AZ dan sejumlah temannya kembali didatangi orang-orang tak dikenal yang disebut mencari dirinya.

AZ dan teman-temannya kemudian memberikan klarifikasi kepada penyidik Unit Reskrim Polres Batang Hari pada Kamis, 21 Mei 2026. Dalam pemeriksaan itu, mereka menyerahkan sejumlah bukti berupa foto dan video pos yang terbakar, rekaman voice note dari RA yang berisi kalimat “kalau biso bawa bae, harus biso,” serta tangkapan layar percakapan WhatsApp.

Tekanan disebut belum berhenti. Pada Minggu, 14 Juni 2026, AY mengaku kembali menjadi korban pemukulan oleh RA bersama rekan-rekannya. Namun hingga kini AY belum membuat laporan polisi.

AZ juga menyoroti laporan yang dibuat RA ke Polres Batang Hari. Ia menilai isi laporan tersebut berbeda jauh dengan fakta yang dialami dirinya dan saksi-saksi di lokasi.

Dalam laporannya, RA mengaku sedang mengangkut kelapa sawit menggunakan truk menuju pabrik lalu melihat AZ dan teman-temannya meminta uang di Jalan Lintas.

AZ membantah keras tuduhan itu.

“Kami waktu itu kumpul di pos, bukan di jalan. Tidak ada minta uang. Dia datang sendiri ke pos pakai motor,” tegasnya.

AZ juga menyebut laporan RA tidak memuat fakta bahwa dirinya terlebih dahulu dicekik, rekannya diintimidasi, serta GU alias UT didorong ke dalam kolam.

Menurut AZ, penghilangan rangkaian awal kejadian itulah yang membuat laporan tersebut dinilai tidak utuh dan berpotensi menyesatkan konstruksi perkara.

Meski demikian, AZ dan rekan-rekannya mengaku sempat memilih jalur damai. Mereka mempertimbangkan kondisi RA yang telah berkeluarga dan memiliki anak.

Upaya penyelesaian secara kekeluargaan sempat dilakukan di rumah AZ dengan menghadirkan aparat desa, Ketua RT, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Namun RA disebut tidak hadir.

Mediasi terakhir juga dilakukan di Polres Batang Hari. Dalam proses itu, pihak AZ menawarkan penyelesaian dengan nominal Rp10 juta sebagai biaya pengobatan dan kompensasi kerugian selama RA tidak bisa bekerja. Namun mediasi kandas karena pihak RA meminta nilai yang dinilai di luar kemampuan.

Kini AZ berharap aparat penegak hukum dapat memeriksa seluruh rangkaian peristiwa secara utuh, objektif, dan berimbang.

Ia meminta agar laporan polisi nomor LP/B/82/V/Polres Batanghari/Polda Jambi ditelaah berdasarkan fakta, keterangan saksi, dan alat bukti yang telah diserahkan, termasuk dugaan pembakaran pos yang hingga kini belum terungkap. (Red)

Related Posts

2 Pelajar di Bungo Nekat Edarkan Sabu, Digerebek Polisi di Dalam Rumah
Daerah

2 Pelajar di Bungo Nekat Edarkan Sabu, Digerebek Polisi di Dalam Rumah

Sidang Kasus Zat Kimia PDAM Tirta Mayang, Seret Sejumlah Nama Penting
Daerah

Sidang Kasus Zat Kimia PDAM Tirta Mayang, Seret Sejumlah Nama Penting

Sinarjambi.com Gagas “Jurnalis Sapa Polantas”, Tebar Kepedulian Sambut HUT ke-80 Bhayangkara
Daerah

Sinarjambi.com Gagas “Jurnalis Sapa Polantas”, Tebar Kepedulian Sambut HUT ke-80 Bhayangkara

JMSI Provinsi Jambi Temui Gubernur Al Haris, Perkuat Sinergi Media Siber untuk Kawal Pembangunan Daerah
Daerah

JMSI Provinsi Jambi Temui Gubernur Al Haris, Perkuat Sinergi Media Siber untuk Kawal Pembangunan Daerah

Masa Jabatan Komisioner KI Jambi Diperpanjang hingga Dilantiknya Komisioner Baru, Taufiq: Demi Keberlangsungan Pelayanan
Daerah

Masa Jabatan Komisioner KI Jambi Diperpanjang hingga Dilantiknya Komisioner Baru, Taufiq: Demi Keberlangsungan Pelayanan

JMSI Jambi Tegaskan Pelaku yang Catut Nama Organisasi dan Diduga Lakukan Pemerasan Bukan Pengurus Resmi
Daerah

JMSI Jambi Tegaskan Pelaku yang Catut Nama Organisasi dan Diduga Lakukan Pemerasan Bukan Pengurus Resmi

Next Post
Memanusiakan Manusia: Menjadikan Lapas sebagai “Laboratorium Peradaban”

Dari Autogate ke Nusakambangan: Kemenimipas dan Ujian Konkret Asta Cita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

No Content Available
Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

EDITOR'S PICK

Jadi Bagian dari Satgas P2SP, Kementerian ATR/BPN Fokus Akselerasi Penyelesaian dan Integrasikan RDTR dengan OSS 

Jadi Bagian dari Satgas P2SP, Kementerian ATR/BPN Fokus Akselerasi Penyelesaian dan Integrasikan RDTR dengan OSS 

Dari OTT Imigrasi ke Konsolidasi Pelayanan Publik

Dari OTT Imigrasi ke Konsolidasi Pelayanan Publik

Buka Workshop Pemuda Mandiri: Bupati Anwar Sadat Dorong Pemuda Tanjab Barat Jadi Pelopor UMKM Kreatif dan Digital

Buka Workshop Pemuda Mandiri: Bupati Anwar Sadat Dorong Pemuda Tanjab Barat Jadi Pelopor UMKM Kreatif dan Digital

TPP ASN di Dinas Dikbud Merangin Maret sampai Mei 2025 Belum dibayarkan, Kasubag Keuangan Sofyan : Hari Senin SPM akan diserahkan 

TPP ASN di Dinas Dikbud Merangin Maret sampai Mei 2025 Belum dibayarkan, Kasubag Keuangan Sofyan : Hari Senin SPM akan diserahkan 

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pasang Iklan

© 2023 BacaJambi.ID

No Result
View All Result
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SELEBRITIS
  • HUKRIM
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN

© 2023 BacaJambi.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In