KOTA JAMBI – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., hadir sekaligus menjadi narasumber pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Real Estate Indonesia (REI) Jambi Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peresmian kantor baru DPD REI Jambi, Selasa (21/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Komplek Allegro, Jalan Ismail Malik/Jalan Ir. Juanda Mayang, RT 22, No. 1-3, Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang, penandatanganan prasasti, dan pemotongan pita sebagai simbol peresmian kantor baru.
Mengusung tema “Soliditas dan Sinergi REI Jambi menuju Industri Properti yang Tumbuh dan Berdaya Saing”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha properti dalam mendukung pembangunan perumahan di Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Abdullah Sani menegaskan bahwa pembangunan yang dijalankan saat ini berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan sejalan dengan kebijakan nasional. Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk REI, dalam menjawab kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk REI sebagai mitra strategis yang telah menunjukkan eksistensinya dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan apresiasi terhadap peran REI dalam mendukung program pemerintah, khususnya penyediaan rumah bagi MBR. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk memberikan kemudahan dan insentif guna mempercepat realisasi program perumahan.
“Kami telah mengeluarkan kebijakan BPHTB sebesar 0 rupiah untuk kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat kurang mampu. Selain itu, proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kami percepat menjadi hanya satu jam. Ini bagian dari dukungan kami terhadap program nasional 3 juta rumah,” kata Maulana.
Menurut Maulana, sinergi dengan REI sangat penting untuk memastikan ketersediaan rumah layak, lingkungan yang tertata, serta infrastruktur pendukung seperti air bersih dan kawasan bebas banjir.
Ia juga menjelaskan bahwa sektor properti memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah meningkatnya kebutuhan hunian. Dengan jumlah penduduk Kota Jambi mencapai 654.194 jiwa pada 2025, kebutuhan perumahan dinilai terus bertambah.
“Melalui program Kota Tangguh, kami memastikan pembangunan perumahan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha properti dalam mendorong pertumbuhan sektor perumahan. Ia menyebut sektor properti memberi kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan perekonomian daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD REI Jambi H. Abbror Lubis, S.E., M.M., beserta jajaran; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Tedy Ariep Budiman; Kepala OJK Jambi Yan Iswara Rosya; perwakilan DPD REI se-Indonesia; OPD terkait se-Provinsi Jambi; pimpinan asosiasi pelaku usaha se-Provinsi Jambi; pimpinan perbankan; mitra usaha REI; serta tamu undangan lainnya.











