MUARO JAMBI — Ketua DPRD Muaro Jambi Aidi Hatta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Desa Pondok Meja menyusul gelombang keluhan warga tentang banjir yang kerap terjadi saat hujan deras beberapa pekan terakhir.
Dalam sidak, Aidi menyoroti keberadaan bangunan ruko dan kawasan pergudangan yang diduga mengganggu aliran drainase dan sungai alami di sekitar permukiman. Salah satu titik yang diperiksa adalah ruko yang difungsikan sebagai bengkel mobil; bangunan itu ditemukan berdiri sangat dekat dengan sempadan sungai sehingga berpotensi mempersempit aliran air dan memperparah genangan saat hujan tinggi.
“Jangan sampai aktivitas usaha mengorbankan masyarakat. Kami mendukung investasi, tetapi aturan harus dipatuhi, terutama terkait drainase dan aliran sungai,” tegas Aidi Hatta saat meninjau lokasi.
Warga setempat mengeluhkan frekuensi banjir yang meningkat dan mencurigai bahwa pembangunan usaha serta pergudangan dilakukan tanpa memperhatikan sistem pembuangan air. Di kawasan pergudangan RT 26, rombongan bersama instansi terkait menemukan aliran air tersumbat dan menyimpulkan perlu normalisasi segera.
Untuk mempercepat penanganan, DPRD langsung mempertemukan pihak perusahaan dengan SKPD terkait di lokasi sidak. Perusahaan diminta membuat saluran parit dan membenahi drainase agar air tidak meluap ke permukiman saat hujan.
“Kami sudah koordinasi dengan pihak perusahaan. Harus ada langkah konkret supaya aliran air kembali lancar dan masyarakat tidak terus menjadi korban banjir,” kata Aidi.
Sidak ini menjadi sinyal tegas DPRD bahwa pengembangan kawasan usaha harus mematuhi tata ruang dan mempertimbangkan keselamatan lingkungan serta warga sekitar. DPRD menyatakan akan memantau tindak lanjut perbaikan hingga masalah drainase dan banjir terselesaikan.











