SAROLANGUN, Jambi ,Bacajambi.id Upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak terus diperkuat. Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A) menggelar Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan, Senin (14/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB di Aula Junjung Pseko ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Polres Sarolangun yang turut ambil bagian sebagai narasumber utama.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Sarolangun Hj. Risha Fitria, Ketua GOW Ratna Shafira Rolan, Ketua DWP Lilis Sumiati Arif, serta Kepala Dinas DP3A Sarolangun Yudis Kenromora.
Dalam sambutannya, Yudis Kenromora menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan menyamakan persepsi dan langkah penanganan kasus sejak tahap pelaporan hingga pendampingan korban.
“Kerja sama antarinstansi sangat penting agar korban tidak bingung berpindah dari satu layanan ke layanan lainnya. Sinergi dengan kepolisian menjadi kunci agar proses hukum berjalan seiring dengan perlindungan kemanusiaan,” ujarnya.
Dari pihak kepolisian, Ipda Heri Listyanto, SH, MH memaparkan prosedur penanganan kasus sesuai hukum yang berlaku. 
Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang ramah korban, menjaga privasi, serta pendekatan berkeadilan dalam setiap penanganan kasus.
Selain itu, para narasumber lainnya turut membahas aspek pendampingan sosial, pemulihan psikologis korban, hingga kebijakan perlindungan perempuan dan anak.
Peran Masyarakat Sangat Penting
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diimbau untuk lebih peduli dan aktif dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Para narasumber menegaskan bahwa kekerasan bukanlah persoalan pribadi semata, melainkan tanggung jawab bersama.
Beberapa langkah pencegahan yang ditekankan antara lain membangun komunikasi terbuka dalam keluarga, mengenali tanda-tanda awal kekerasan, meningkatkan pengawasan lingkungan, memahami aturan hukum, serta tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi kekerasan.
“Diam terhadap kekerasan sama dengan membiarkan kejahatan terus terjadi,” menjadi pesan penting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Harapan untuk Pelayanan Lebih Sigap
Ketua TP-PKK Sarolangun, Hj. Risha Fitria, berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan para peserta dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Perlindungan perempuan dan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Semoga ilmu yang didapat hari ini bisa langsung diterapkan,” ungkapnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak di Kabupaten Sarolangun.
(Jtx)











